Skip to main content

Rangkuman Materi Lingkup Kajian Geografi

A. PERKEMBANGAN PEMIKIRAN GEOGRAFI


Ilmu geografi mengalami perkembangan yang sangat pesat dari abad ke-18 . Tiga perkembangan pemikiran ilmu geografi tersebut sebagai berikut :

1. Determinisme
Merupakan paham bahwa seluruh aktivitas dan kehidupan manusia dipengaruhi oleh alam. 
Juga dapat diartikan kecenderungan manusia yang bersifat pasif dalam menghadapi tantangan alam 
Tokoh ilmuwan yang menganut paham ini adalah Charles Darwin ( ilmuwan asal Inggris ) , Elisworth Huntington ( ilmuwan dari Amerika Serikat ) , dan Friederich Ratzel ( ilmuwan asal Jerman )

2.Posibilisme 
Merupakan paham bahwa seluruh kehidupan dipengaruhi oleh manusia melalui akal yang mampu merespon dan mempengaruhi alam. 
Tokoh ilmuwan yaang menganut paham ini adalah Paul Vidal de la Blache ( ilmuwan asal Prancis)

3.Voluntarisme
Merupakan paham manusia memengaruhi alam

B. OBYEK KAJIAN DAN ILMU PENUNJANG GEOGRAFI 


1.Obyek Kajian Geografi 
Untuk mengkaji fenomena geosfer perlu digunakan objek kajian geografi antara lain :a

a. Obyek Formal 
Merupakan cara pandang terhadap fenomena geosfer yang dikaji melalui tiga pendekatan keruangan (spasial) , pendekatan kelingkungan ( ekologi) , dan pendekatan kewilayahan

b. Obyek Material 
Merupakan objek kajian fenomena geosfer yang meliputi litosfer ,atmosfer, hidrosfer, biosfer, antroposfer

2. Ilmu Penunjang Geografi
a. Geomorfologi 
Mempelajari bentuk bumi dan proses terjadinya
b. Hidrologi 
Mempelajari tentang air baik air permukaan maupun air tanah
c. Geologi
Mempelajari pembentukan kulit bumi, struktur bumi, komposisi , dan proses perkembangan bumi
d. Pedologi
Mempelajari tentang tanah
e. Oceanografi 
Mempelajari tentang perairan laut dan isinya
f. Meteorologi
Mempelajari tentang cuaca
g. Klimatologi 
Mempelajari tentang iklim
h. Biologi
Mempelajari tentang makhluk hidup
i. Zoologi 
Mempelajari tentang hewan dan persebarannya 


C. PRINSIP, KONSEP DAN PENDEKATAN GEOGRAFI


1.PRINSIP GEOGRAFI
Terdapat empat prinsip dalam ilmu geografi diantaranya sebagai berikut :
a. Prinsip Distribusi
Sering juga disebut sebagai prinsip persebaran . 
Prinsip ini mempelajari persebaran fenomena geosfer di muka bumi :
  • Penyebaran : fenomena suatu wabah penyakit ,tentu kasus penderita jumlahnya berbeda-beda antar wilayah bahkan wilayah lain mungkin tidak tedapat wabah penyakit tersebut
b. Prinsip Deskripsi 
Merupakan prinsip yang berupa penjelasan tentang fenomena geosfer
  • Pengambaran : Kbut asap terjadi kembali pada tahun 2015 yang disebabkan kebakaran hutan . Hal tersebut dikuatkan dengan adanya data pantauan satelit sebanyak 625 titik api di Riau , 1200 titik api di Sumatra Selatan, 725 titik api di Kalimantan Tengah 
c. Prinsip Interelasi 
Merupakan prinsip yang berkaitan dengan hubungan keterkaitan antarfenomena geosfer
  • Sebab-akibat atau akibat-sebab : Kabut asap (akibat) di Sumatra, kemudian dibahas penyebab asap yaitu pembakaran hutan skala besar (sebab)
d. Prinsip Korologi 
Merupakan prinsip yang mengkaji fenomena geosfer secara menyeluruh dengan memadukan prinsip distribusi, deskripsi, dan interelasi
  • Gabungan menyeluruh prinsip : Kabut asap yang terjadi ditahun 2015 disebabkan oleh kebakaran hutan . Berdasarkan pantauan satelit terdapat 625 titik api di Riau, 1.200 titik api di Sumatra Selatan,725 titik api di Kalimantan Tengah. Kabut asap menyebabkan kualitas udara memburuk di Sumatra Selatan dan Riau . Kualitas udara yang buruk mengakibatkan 25 bayi dan 15 orang dewasa meninggal. Kegiatan belajar disekolah diliburkan sebanyak 255 sekolah diliburkan di Riau dan Sumatra Selatan
TIPS DARI MIMIN :D
 " Dis-Des-I-K" ( DIStribusi , DESkripsi, Interelasi, dan Korologi )

2. KONSEP DASAR GEOGRAFI
a.Konsep lokasi 
Merupakan konsep yang berhubungan dengan tempat tertentu.
Konsep lokasi dibedakan menjadi dua , yaitu lokasi absolut dan lokasi relatif
b.Konsep jarak 
Merupakan konsep yang menjelaskan perbedaan jauh atau dekat dua objek yang akan mempengaruhi aspek lain dalam suatu gejala atau fenomena geografi
c.Konsep keterjangkauan
Merupakan konsep yang berisi penjelasan kemudahan /ketersediaan sarana dan prasarana
d.Konsep pola
Merupakan konsep yang berupa susunan keruangan yang terbentuk dari pola permukiman, pola migrasi, pola tanam
e.Konsep morfologi
Merupakan konsep yang berupa bentuk-bentuk di permukaan bumi
f.Konsep aglomerasi
Merupakan konsep mengungkap kecenderungan manusia hidup mengelompok
g.Konsep nilai kegunaan
Merupakan konsep yang berisi nilai suatu tempat mempunyai nilai guna yang berbeda dari fungsinya
h.Konsep interaksi dan interpedensi
Merupakan konsep hubungan dan ketergantungan antar dua tempat atau obyek geografi
i.Konsep deferensi area
Merupakan konsep yang menjelaskan perbedaan wilayah
j.Konsep keterkaitan ruang
Merupakan konsep yang menunjukkan keterkaitan antar wilayah, baik alam maupun wilayah

3. PENDEKATAN GEOGRAFI
Merupakan cara pandang yang digunakan dalam ilmu geografi untuk menelaah permasalahan dalam fenomena geosfer. Terdapat tiga pendekatan geografi :
  • Pendekatan keruangan (spasial)
Merupakan  pendekatan berdasarkan penyebaran gejala geografis dalam ruang. 
Pendekatan ini merupakan pendekatan yang khas dalam geografi karena analisis keruangan membahas aspek keruangan yang meliputi faktor lokasi, kondisi alam, dan kondisi sosial budaya masyarakat.
pendekatan ini juga dapat dijadikan dasar untuk perencanaan penggunaan lahan tersebut
  • Pendekatan kelingkungan (ekologi)
Merupakan pendekatan yang menekankan hubungan antarmakhluk hidup dan komponen lingkungan hidup lainnya
  • Pendekatan kompleks wilayah (regional)
Merupakan pendekatan berupa gabungan anatara pendekatan keruangan dan pendekatan ekologi.
Pendekatan ini membandingkan berbagai kawasan di muka bumi dengan memperhatikkan aspek-aspek keruangan dan lingkungan dari masing-masing wilayah secara komprehensif



  

Comments

Popular posts from this blog

Rangkuman Materi Pendapatan Per Kapita dan Pendapatan Domestik Regional Bruto

PENDAPATAN PER KAPITA  Pendapatan per kapita adalah pendapatan rata-rata penduduk suatu negara pada periode tertentu (umumnya satu tahun) GDP per kapita = GDP tahun n/jumlah penduduk tahun n GNP per kapita = GNP tahun n/jumlah penduduk tahun n  Cara menghitung pendapatan per kapita : 1. Pendapatan per kapita nominal  → dihitung berdasarkan harga yang berlaku dengan tidak memperhitungkan inflasi 2. Pendapatan per kapita riil → dihitung berdasarkan harga konstan dengan memperhitungkan inflasi Kesimpulan Naik tidaknya tingkat kemakmuran masyarakat bisa dilihat dari pendapatan per kapita riilnya bukan pendapatan perkapita nominal Manfaat Menghitung Pendapatan Per Kapita 1.Mengetahui perkembangan tingkat perekonomian suatu negara 2.Mengetahui tingkat kemakmuran suatu negara 3.Membandingkan tingkat kemakmuran antarnegara 4.Pedoman pengambilan kebijakan ekonomi bagi pemerintah Ketimpangan Distribusi ...

Rangkuman Materi Pakta Warsawa

Pakta Warsawa merupakan aliansi militer antar negara yang digagas oleh Uni Soviet pada tanggal 4 Mei 1955 sebagai bentuk reaksi atas bergabungnya Jerman Barat ke dalam NATO. Sebagai organisasi bentukan Uni Soviet, Pakta Warsawa beranggotakan negara-negara Blok Timur di kawasan Eropa Timur yang pro kepada Uni Soviet. Pakta Warsawa (Warsaw Pact) adalah nama yang diberikan kepada kesepakatan antara beberapa negara Komunis Eropa. Pakta Warsawa didirikan pada tahun 1955 di Warsawa, Polandia. Kesepakatan ini juga dikenal sebagai Warsaw Treaty of Friendship, Cooperation and Mutual Assistance. Uni Soviet memprakarsai Pakta Warsawa untuk menanggapi pembentukan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO). Pada pakta tersebut, negara-negara anggota sepakat untuk melindungi bila salah satu negara anggotanya mendadak diserang. Komando militer anggota Pakta Warsawa berada di bawah pimpinan Marsekal Ivan S Konev yang berasal dari Uni Soviet. Tujuan utama didirikan Pakta Warsawa ini unt...

Rangkuman Materi Sapere Aude

    Sapere aude adalah frasa Latin yang berarti "Berani tahu"; dan juga secara longgar diterjemahkan sebagai "Berani bijaksana", atau bahkan lebih longgar sebagai "Berani untuk berpikir sendiri!" Awalnya digunakan dalam Book of Letters (20 SM), oleh penyair Romawi Horace , frasa Sapere aude dikaitkan dengan Zaman Pencerahan , selama abad ke-17 dan ke-18, setelah Immanuel Kant menggunakannya dalam esai, " Menjawab Pertanyaan: Apa itu Pencerahan? "(1784). Sebagai seorang filsuf, Kant mengklaim ungkapan Sapere aude sebagai moto untuk seluruh periode Pencerahan, dan menggunakannya untuk mengembangkan teorinya tentang penerapan akal di ruang publik urusan manusia. Pada abad ke-20, dalam esai "What is Enlightenment?" (1984) Michel Foucault mengambil rumusan Kant tentang "berani tahu" dalam upaya untuk menemukan tempat bagi individu pria dan wanita dalam filsafat post-strukturalis , dan dengan demikian mene...